Senin, 14 Januari 2019

Membaca Desa, Membaca Kita





Data Buku
Judul: Jagoan dan Kekuasaan
Penulis: Riza Multazam Luthfy
Penerbit: BasaBasi, Yogyakarta
Cetakan: I, Oktober 2018
Ukuran: 14 × 20 cm
Tebal: 168 hlm.
ISBN: 978-602-5783-42-5



MESTINYA, desa adalah kabar gembira. Seperti lirik Paman Datang karya Masagus Abdullah Totong Mahmoed (A.T. Mahmud): seorang kemenakan menjadi girang tak terperi karena pamannya berjanji akan mengajaknya berlibur ke desa. Ia serta-merta membayangkan mandi di sungai, turun ke sawah, dan menggiring kerbau ke kandang. Menggembirakan, bukan?

Senin, 07 Januari 2019

Menengok Masa Lalu Itu Perlu




Data Buku
Judul: Masa Lalu Selalu Aktual Jilid II
Penulis: P. Swantoro
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), Jakarta
Cetakan: I, September 2018
Ukuran: 14 × 21 cm
Tebal: xi + 392 hlm.
ISBN: 978-602-481-029-0



“SEJARAH terbentuk dari siklus. Riwayat berputar seperti roda gerobak sapi,” kata Goenawan Mohamad, “masa baik datang, tapi nanti masa buruk menggantikan.” Justru sebab itulah, Polycarpus Swantoro menerbitkan buku ini: agar kita belajar sesuatu dari masa lalu. Agar kita mampu senantiasa mewawas diri.

Senin, 31 Desember 2018

Apa Kabar Reformasi?





Data Buku
Judul: Kita Hari Ini 20 Tahun Lalu
Penyusun: Redaksi KPG dan Litbang Kompas
Penerbit: KPG, Jakarta
Cetakan: I, Agustus 2018
Ukuran: 17 × 24 cm
Tebal: viii + 256 hlm.
ISBN: 978-602-424-860-4



“DOKUMENTASI adalah alat untuk memperpanjang ingatan, memperdalam, dan memperluasnya,” kata H.B. Jassin. Kalimat itu dikutip oleh Pamusuk Eneste dalam pengantar di buku yang ditulis Jassin, Surat-surat 1943-1983. Jassin memang dikenal luas sebagai orang yang tekun dalam membuat dokumentasi. Kliping termasuk di dalamnya.

Rony Kurniawan Pratama mencatat, selain Jassin, setidaknya ada dua nama yang hasil dokumentasinya bermanfaat bagi orang banyak: Pramoedya Ananta Toer dan Ragil Suwarna Pragolapati. Keduanya juga seorang sastrawan.

Pramoedya Ananta Toer gemar mengkliping sejak zaman Jepang. Ia tularkan ketekunannya itu kepada mahasiswanya di Universitas Res Publica (sekarang menjadi Universitas Trisakti). Ia suruh mereka membikin laporan kliping. Sayang, semua kliping, termasuk karya mahasiwanya, itu dibakar habis oleh jiwa-jiwa yang kerdil.

Senin, 24 Desember 2018

Mencari Kesejatian dengan Riang





Data Buku
Judul: Dr Upadi
Penulis: Sujiwo Tejo
Penerbit: Tejo Laras Madya, Tangerang
Cetakan: I, Februari 2018
Ukuran: 13 × 20,5 cm
Tebal: xvi + 284 hlm.
ISBN: 978-602-5121-20-3



SUJIWO TEJO kali ini berkisah tentang Drupadi, salah satu tokoh perempuan dalam pewayangan yang tak pernah selesai ditafsir. Dia kerap menjadi inspirasi yang memicu seseorang berkarya. Sebelum Dr Upadi, ada beberapa novel yang juga mengangkat kisahnya. Drupadi karya Seno Gumira Ajidarma, misalnya.

Saya kira, Sujiwo Tejo sengaja tak berangkat dari sesuatu yang terang bahasanya dan benderang maknanya. Sejak awal, ia bahkan memulai kisah dengan mengenalkan yang bukan Drupadi. Yang liyan. Ia kisahkan, di antaranya, Drupadi menyadari sepenuhnya bahwa dia bukan perempuan yang lama sekali ketika berdandan. Dia juga bukan tipe perempuan yang menghamba pada kodrat rekaan, seperti pandai memasak, berhias diri, dan berkemas. (hlm. 17, 63)

Minggu, 16 Desember 2018

Rindu Bapak




Data Buku
Judul: Bapakku Indonesia
Penulis: Maman Suherman
Penerbit: POP, Jakarta
Cetakan: I, April 2018
Ukuran: 13,5 × 20 cm
Tebal: viii + 151 hlm.
ISBN: 978-602-424-842-0



“HIDUP adalah perjalanan menuju pulang,” kata Kang Maman, “seraya memetik remah-remah kenangan masa lalu.” (hlm. 52) Barangkali, ia benar. Jika bukan untuk semua orang, setidaknya untuk dirinya. Banyak orang terlalu sibuk menghidupi keakanan hingga lupa menengok kelampauan.