Senin, 10 Desember 2018

Merenungi Perputaran Roda




“SAKIT itu sepi, menyakitkan, dan tentu saja mahal,” kata Rusdi Mathari. Maka, lanjutnya, “Jangan pernah sakit. Teruslah sehat dan berbahagia.”

Rusdi membicarakan sakitnya raga. Bukan jiwa. Soal jiwa, mudah resepnya: berhenti menonton televisi. Atau, apa pun yang berisi perdebatan nirmutu kecebong dan kampret.

Sudahlah, bergaul dengan manusia saja. Seluas-luasnya. Seutuh-utuhnya. Dan, akurlah dengan Tuhan. Kalau mau. Kalau percaya.

Sabtu, 08 Desember 2018

Kawan Surti Ketika Sepi





GOENAWAN Mohamad mengembangkan novel ini dari naskah lakon. Kepada wartawan Tempo, ia berkata, “Saya belum pernah membuat novel. Jadi mau mencoba karena bahannya sudah ada.” Apakah itu berarti ia hendak mengatakan kepada kita bahwa novel ini bermutu coba-coba?

Senin, 26 November 2018

Benarkah Masih Enak Zaman Soeharto?






SEBUAH truk sarat muatan melintas di jalan tol. Bagian belakang baknya dihiasi lukisan seorang lelaki tua berbaju safari yang tersenyum sambil melambaikan tangan. “Piye kabaré?” tanyanya. Nadanya seperti seorang bapak yang menanyakan kabar anak-anaknya. Ada lanjutannya. Ah, pasti Anda sudah tahu.

Lukisan itu boleh jadi wujud kerinduan atas yang lalu. Mungkin sosoknya. Mungkin pula situasinya. Ia mungkin juga pertanda paling subtil sebuah kekecewaan atas kondisi kekinian. Atau jangan-jangan, itu hanya main-main; untuk menyindir rezim yang dipimpin oleh orang yang diam-diam mudah mendendam?

Senin, 19 November 2018

Menyemai Kesadaran Ekologis





AKHIR Agustus 2018 lalu, tujuh tahun setelah buku ini terbit pertama kali di Amerika Serikat dengan judul What Every Environmentalist Needs to Know About Capitalism: A Citizen’s Guide to Capitalism and the Environment, sebuah kelompok peneliti independen dari Finlandia menyusun Rancangan Laporan Pembangunan Berkelanjutan untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam laporan yang akan dirilis pada awal 2019 itu, kelompok peneliti itu menyimpulkan bahwa praktik kapitalisme modern mesti diakhiri demi menghentikan risiko perubahan iklim yang lebih ekstrem.

Kerusakan lingkungan dalam skala planet memang mengkhawatirkan. Dalam bab pertama buku ini, Krisis Ekologi Skala Planet, Fred Magdof dan John Bellamy Foster merinci tanda dan buktinya. Di antaranya, pemanasan global, perubahan iklim, dan krisis air.

Senin, 29 Oktober 2018

Pembaca Buku yang Memilih Menjadi Pelacur





LIMA belas tahun setelah novel ini terbit, saya baru membacanya. Terlambat? Tidak juga. Ini novel. Bukan hard news di media daring. Oh ya, satu lagi, pada dasarnya, semua buku yang belum pernah dibaca adalah buku baru. Setidaknya bagi saya.

Saya menduga, novel ini termasuk salah satu karya awal Muhidin M. Dahlan. Selanjutnya, kita sebut ia sebagai Gus Muh saja. Kabarnya, begitulah orang akrab memanggilnya.

Saya pernah membaca beberapa bukunya di toko buku. Tiga-empat halaman. Toko buku bukan perpustakaan toh? Itu dulu sekali. Alhamdulillah, akhirnya saya berkesempatan membaca salah satu karyanya, novel ini, hingga khatam.

Saya lebih rajin membaca artikel Gus Muh di pelbagai media. Bagi saya, buku-buku dan artikel-artikelnya yang terbit kemudian jauh lebih bagus daripada novel ini. Alurnya. Tata bahasanya. Impresinya. Semuanya.